{"id":10944,"date":"2026-10-01T06:08:18","date_gmt":"2026-10-01T06:08:18","guid":{"rendered":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/?p=10944"},"modified":"2026-10-01T06:08:43","modified_gmt":"2026-10-01T06:08:43","slug":"kajian-stabilitas-fasa-dan-ketahanan-korosi-paduan-u-6zr-nb-untuk-pengembangan-bahan-bakar-nuklir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/kajian-stabilitas-fasa-dan-ketahanan-korosi-paduan-u-6zr-nb-untuk-pengembangan-bahan-bakar-nuklir\/","title":{"rendered":"Kajian Stabilitas Fasa dan Ketahanan Korosi Paduan U\u20136Zr\u2013Nb untuk Pengembangan Bahan Bakar Nuklir"},"content":{"rendered":"<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Depok, 30 September 2026 \u2013 Departemen Fisika Universitas Indonesia telah menggelar sidang promosi doktor untuk Dr. Masrukan pada Selasa, 29 September 2026, di Aula Prof. Dr. G.A. Siwabessy. Melalui penelitiannya yang berjudul \u201cStabilitas Fasa dan Ketahanan Korosi Paduan U-6Zr-Nb Untuk Aplikasi Bahan Bakar Nuklir : Pengaruh Komposisi Nb dan Kondisi Aerasi- Deaerasi&#8221; dalam sidang promosi disertasi Dr. Masrukan mengembangkan material untuk aplikasi teknologi nuklir melalui penelitian mengenai stabilitas fasa dan ketahanan korosi paduan uranium\u2013zirkonium\u2013niobium (U\u20136Zr\u2013Nb) pada pukul 08.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyampaian promosi disertasi terbuka ini dilakukan secara bergiliran dengan teman seperjuangannya yakni Dr. M. Husna Al Hasa yang mempresentasikan penelitiannya yang berjudul \u201cFabrikasi dan Karakterisasi Paduan AlMgFeNi sebagai Kandidat Material Cladding Bahan Bakar Nuklir\u201d pada pukul 10.00 WIB. Menginspirasinya, kedua promovendus ini berhasil meraih gelar doktor di usia 67 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam penelitian yang dilakukan oleh Dr. Masrukan menyatakan bahwa  penambahan Nb berperan penting dalam menstabilkan fasa \u03b3-U. Pada U\u20136Zr\u20134Nb, fasa \u03b3-U telah mendominasi dengan komposisi sekitar 88,81% massa, sedangkan U\u20136Zr\u20137Nb menunjukkan fasa \u03b3-U yang hampir atau sepenuhnya tunggal. Penambahan Nb juga meningkatkan ketahanan korosi paduan dengan menurunkan densitas arus korosi dan laju korosi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada kondisi aerasi, U\u20136Zr\u20137Nb menunjukkan laju korosi terendah, yaitu 0,042 mpy pada pH 5,61 dan 0,145 mpy pada pH 7,28. Sementara pada kondisi deaerasi, laju korosi mencapai 0,019 mpy pada pH 5,61 dan 0,017 mpy pada pH 7,28. Hasil ini menunjukkan bahwa keberadaan oksigen terlarut memberikan pengaruh yang lebih konsisten terhadap kinetika korosi dibandingkan perubahan pH. Secara keseluruhan, U\u20136Zr\u20134Nb menunjukkan keseimbangan sifat yang menjanjikan. Paduan ini memiliki fasa \u03b3 yang dominan, densitas 15,6013 g\/cm\u00b3, kekerasan 426,965 HVN, mikrostruktur yang relatif homogen, serta laju korosi yang rendah dan konsisten, khususnya pada kondisi deaerasi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/physics.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/DSC_2839-1024x683.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-10951\" srcset=\"https:\/\/physics.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/DSC_2839-1024x683.webp 1024w, https:\/\/physics.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/DSC_2839-300x200.webp 300w, https:\/\/physics.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/DSC_2839-768x512.webp 768w, https:\/\/physics.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/DSC_2839-1536x1024.webp 1536w, https:\/\/physics.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/DSC_2839-18x12.webp 18w, https:\/\/physics.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/DSC_2839-scaled.webp 1920w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil sidang yudisium yang disampaikan oleh Dekan FMIPA UI, yaitu Prof. Dr. Tito Latif Indra, S.Si., M.Si. selaku ketua dari sidang promosi terbuka menyampaikan bahwa penelitian dengan judul \u201cStabilitas Fasa dan Ketahanan Korosi Paduan U-6Zr-Nb Untuk Aplikasi Bahan Bakar Nuklir : Pengaruh Komposisi Nb dan Kondisi Aerasi- Deaerasi&#8221; dalam sidang promosi disertasi yang dilakukan oleh Dr. Masrukan dinyatakan cumlaude dengan nilai 3.85. dan penelitian yang dilakukan oleh Dr. M. Husna Al Hasa dengan judul disertasinya yakni \u201cFabrikasi dan Karakterisasi Paduan AlMgFeNi sebagai Kandidat Material Cladding Bahan Bakar Nuklir\u201d  dinyatakan summa cumlaude dengan nilai 3.97.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian material nuklir, khususnya dalam memahami hubungan antara komposisi, stabilitas fasa, struktur mikro, sifat mekanik, dan ketahanan korosi paduan berbasis uranium sebagai kandidat bahan bakar nuklir metalik. Perjuangan dan dedikasi kedua doktor baru ini menjadi bukti nyata bagi seluruh Civitas Academica Departemen Fisika UI bahwa tidak ada kata terlambat untuk menuntut ilmu, terus meneliti, dan mendedikasikan diri bagi kemajuan sains.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Depok, 30 September 2026 \u2013 Departemen Fisika Universitas Indonesia telah menggelar sidang promosi doktor untuk Dr. Masrukan pada Selasa, 29 September 2026, di Aula Prof. Dr. G.A. Siwabessy. Melalui penelitiannya yang berjudul \u201cStabilitas Fasa dan Ketahanan Korosi Paduan U-6Zr-Nb Untuk Aplikasi Bahan Bakar Nuklir : Pengaruh Komposisi Nb dan Kondisi Aerasi- Deaerasi&#8221; dalam sidang promosi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10950,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-10944","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10944","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10944"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10944\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10953,"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10944\/revisions\/10953"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10950"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10944"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10944"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10944"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}