{"id":6831,"date":"2026-01-07T02:35:00","date_gmt":"2026-01-07T02:35:00","guid":{"rendered":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/?p=6831"},"modified":"2026-07-09T02:48:45","modified_gmt":"2026-07-09T02:48:45","slug":"doktor-fmipa-ui-ciptakan-kombucha-jahe-untuk-kesehatan-dan-industri-lokal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/doktor-fmipa-ui-ciptakan-kombucha-jahe-untuk-kesehatan-dan-industri-lokal\/","title":{"rendered":"Doktor FMIPA UI Ciptakan Kombucha Jahe untuk Kesehatan dan Industri Lokal"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Depok, 7 Januari 2026 \u2014 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) menggelar sidang terbuka promosi doktor untuk Hani Mulyani, Rabu (7\/1), di Aula Prof. Dr. G.A. Siwabessy, FMIPA UI, Depok. Disertasi yang dipertahankan berjudul \u201cPengembangan Jahe (Zingiber officinale) Terfermentasi Menggunakan Kombucha dan Teknologi Enkapsulasi sebagai Inovasi Sediaan Nutraseutikal: Karakteristik Kimia dan Bioaktivitas.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian Hani menghadirkan inovasi di bidang nutraseutikal melalui pengembangan kombucha berbasis jahe lokal yang diformulasikan dengan teknologi enkapsulasi. Produk ini dirancang sebagai alternatif alami bagi penderita diabetes sekaligus mendorong kemandirian industri nutraseutikal Indonesia. Kombucha sendiri dikenal memiliki aktivitas antidiabetes, antioksidan, dan antibakteri, sedangkan jahe lokal kaya senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPenelitian ini lahir dari keinginan untuk memanfaatkan potensi jahe lokal secara optimal dan menghasilkan produk nutraseutikal yang aman, alami, dan terjangkau,\u201d ujar Hani Mulyani.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menambahkan bahwa fermentasi kombucha yang dipadukan dengan teknologi enkapsulasi menghasilkan serbuk kombucha jahe yang stabil, praktis dikonsumsi, dan tetap mempertahankan bioaktivitasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam disertasinya, Hani mengeksplorasi tiga varietas jahe (gajah, emprit, dan merah) serta empat sumber karbon (madu, sukrosa, fruktosa, dan glukosa) untuk menemukan kombinasi terbaik yang menghasilkan aktivitas antidiabetes, antioksidan, dan antibakteri tertinggi. Produk akhir berupa serbuk kombucha jahe menggunakan metode enkapsulasi dengan maltodekstrin, yang memperpanjang umur simpan serta memudahkan penyimpanan dan konsumsi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/physics.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/phy-16.6.2.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-6844\" srcset=\"https:\/\/physics.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/phy-16.6.2.jpg 1024w, https:\/\/physics.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/phy-16.6.2-300x200.jpg 300w, https:\/\/physics.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/phy-16.6.2-768x512.jpg 768w, https:\/\/physics.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/phy-16.6.2-18x12.jpg 18w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sidang terbuka yang dipimpin oleh Dekan FMIPA UI, Prof. Dr. Tito Latif Indra, S.Si., M.Si., menegaskan prestasi Hani Mulyani yang berhasil meraih gelar doktor dengan predikat Cum Laude.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sepanjang penelitian, Hani dibimbing oleh Dr. rer. nat. Yasman, S.Si., M.Sc. sebagai promotor, serta Prof. Nina Artanti, M.Sc., Ph.D., dan Dr. Dra. Ratna Yuniati, M.Si. sebagai ko-promotor. Tim penguji pada sidang terbuka terdiri atas Dr. Dian Hendrayanti, M.Sc., Prof. Dr. Muhammad Hanafi, M.Sc., Dr. Windri Handayani, S.Si., M.Si., dan Hakiki Melanie, M.Sc., Ph.D.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sambutannya, promotor Dr. rer. nat. Yasman, S.Si., M.Sc. menekankan bahwa penelitian Hani tidak hanya menyoroti aspek ilmiah, tetapi juga menjadi sumbangsih nyata bagi kesehatan masyarakat dan kemandirian industri nutraseutikal nasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPenelitian ini menunjukkan bagaimana inovasi berbasis bahan lokal dapat menjawab tantangan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat industri nutraseutikal Indonesia,\u201d ujar Dr. Yasman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menambahkan, kombucha jahe hasil penelitian diharapkan menurunkan stres oksidatif dan risiko infeksi, meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes, serta memaksimalkan pemanfaatan jahe lokal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKami berharap kombucha jahe ini bisa menjadi alternatif alami bagi penderita diabetes, sekaligus mendukung kemandirian industri nutraseutikal nasional,\u201d imbuhnya.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Depok, 7 Januari 2026 \u2014 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) menggelar sidang terbuka promosi doktor untuk Hani Mulyani, Rabu (7\/1), di Aula Prof. Dr. G.A. Siwabessy, FMIPA UI, Depok. Disertasi yang dipertahankan berjudul \u201cPengembangan Jahe (Zingiber officinale) Terfermentasi Menggunakan Kombucha dan Teknologi Enkapsulasi sebagai Inovasi Sediaan Nutraseutikal: Karakteristik Kimia dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6843,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-6831","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"blocksy_meta":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6831","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6831"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6831\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6934,"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6831\/revisions\/6934"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6843"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6831"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6831"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6831"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}