{"id":7127,"date":"2025-08-14T03:20:00","date_gmt":"2025-08-14T03:20:00","guid":{"rendered":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/?p=7127"},"modified":"2026-07-09T03:23:30","modified_gmt":"2026-07-09T03:23:30","slug":"hari-kedua-psaf-mipa-ui-2025-penuh-inspirasi-dari-para-alumni-berprestasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/hari-kedua-psaf-mipa-ui-2025-penuh-inspirasi-dari-para-alumni-berprestasi\/","title":{"rendered":"Hari Kedua PSAF MIPA UI 2025: Penuh Inspirasi dari Para Alumni Berprestasi"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Depok, 14 Agustus 2025 \u2014 Hari kedua kegiatan Pengenalan Sistem Akademik Fakultas (PSAF) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) berlangsung penuh semangat dan inspirasi. Kamis (14\/8) Bertempat di Aula Prof. Dr. Ir. Soemantri Brodjonegoro, Kampus UI, Depok, kegiatan ini menghadirkan sejumlah alumni lintas angkatan yang telah menorehkan prestasi gemilang di berbagai bidang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui talkshow bertema \u201cOwn Your Story: Rise as Ksatria MIPA\u201d, para mahasiswa baru diajak untuk mengenal lebih dalam potensi diri melalui kisah para alumni inspiratif. Salah satu pembicara, Gregorius Tendi (Biologi 2022), peraih medali emas International Biology Olympiad 2022 di Armenia serta finalis Top 20 Clash of Champions Ruangguru 2024, membagikan kisahnya dalam mengembangkan bakat akademik sekaligus menjaga semangat berkompetisi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cJangan takut untuk mencoba dan gagal. Dari kegagalan itu saya belajar membangun strategi dan mengenali kekuatan diri saya sendiri,\u201d ujar Tendi, yang dikenal sebagai mahasiswa dengan semangat belajar tinggi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"400\" src=\"https:\/\/physics.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-124.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7130\" srcset=\"https:\/\/physics.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-124.png 600w, https:\/\/physics.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-124-300x200.png 300w, https:\/\/physics.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-124-18x12.png 18w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Devan Yulio Setiawan, S.Si. (Geografi 2016), seorang kreator konten yang cukup populer di kalangan milenial dan Gen Z, mengangkat sisi lain dari kreativitas yakni keberanian untuk jujur terhadap diri sendiri. Dengan gaya khasnya, Devan menekankan bahwa setiap individu memiliki cara unik dalam mengekspresikan diri, dan keunikan itulah yang seharusnya menjadi kekuatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKadang, motivasi terbaik justru datang dari hal-hal yang membuat kita merasa tidak nyaman. Kuncinya adalah menjadikan itu sebagai bahan bakar untuk terus berkembang,\u201d tutur Devan, yang dikenal dengan pendekatan konten \u201cdemotivasi\u201d nya, sebuah gaya konten yang justru membalikkan rasa pesimis menjadi kekuatan untuk bergerak maju.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baginya, kreativitas bukan soal kesempurnaan, tapi keberanian tampil apa adanya dan menjadikannya cerita yang penuh makna.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"400\" src=\"https:\/\/physics.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-125.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7132\" srcset=\"https:\/\/physics.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-125.png 600w, https:\/\/physics.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-125-300x200.png 300w, https:\/\/physics.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-125-18x12.png 18w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sesi selanjutnya bertajuk \u201cMahasiswa FMIPA yang Mengenal Dirinya Mampu Melahirkan Karya yang Bermakna\u201d menghadirkan alumni yang telah berkontribusi di bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya adalah Veronica Angelina Windy (Matematika 2015), finalis Puteri Indonesia 2023 yang meraih gelar Puteri Indonesia Berbakat. Ia membagikan kisahnya dalam menjembatani antara kecintaan pada matematika dan pengabdian masyarakat, terutama lewat kegiatan mengajar di Papua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKita harus mencari keunikan dari diri kita masing-masing yang bisa mengasah soft skill dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Kegagalan justru bisa membawa kita ke arah yang lebih tepat,\u201d ungkap Veronica, mengajak mahasiswa baru untuk mengembangkan empati dan tanggung jawab sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari latar yang sama, Naysa Ekhaputri (Matematika 2020), pendiri gerakan sosial Rumah Peri Kecil, turut menginspirasi dengan cerita bagaimana passion terhadap dunia anak dan pendidikan membentuk perjalanannya hingga kini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKita harus menjadi diri sendiri tanpa harus mengikuti ekspektasi orang lain. Bekerjalah sesuai passion, dengan komitmen dan konsistensi,\u201d ucap Naysa, yang kini aktif mengedukasi anak-anak lewat program sosialnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sektor industri dan organisasi profesional, hadir pula Fathul Nugroho, S.Si., MPP (Fisika 1999), yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemasok Batubara, Energi, dan Mineral Indonesia (ASPEBINDO). Dalam sesi yang disambut antusias, Fathul menggarisbawahi pentingnya membangun jejaring dan karakter sejak duduk di bangku kuliah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cIlmu membekali, jaringan membuka jalan. Keduanya menjadi modal berharga saat kita melangkah ke babak kehidupan yang baru,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia juga menekankan pentingnya ketangguhan dan optimisme dalam menghadapi dunia pasca-kampus. \u201cBe smart, be a hard worker, be creative and productive, dan yang terpenting, tetap percaya bahwa setiap proses punya waktunya sendiri,\u201d tutupnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"400\" src=\"https:\/\/physics.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-126.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7135\" srcset=\"https:\/\/physics.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-126.png 600w, https:\/\/physics.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-126-300x200.png 300w, https:\/\/physics.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-126-18x12.png 18w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui kehadiran para alumni inspiratif, PSAF FMIPA UI 2025 tidak hanya menjadi forum pengenalan sistem akademik, tetapi juga ruang refleksi dan penguatan karakter. Sejalan dengan pesan yang disampaikan para pembicara, kesuksesan tidak melulu tentang capaian akademik, melainkan keberanian mengenal diri, membangun jejaring, dan berkarya untuk masyarakat luas.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Depok, 14 Agustus 2025 \u2014 Hari kedua kegiatan Pengenalan Sistem Akademik Fakultas (PSAF) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) berlangsung penuh semangat dan inspirasi. Kamis (14\/8) Bertempat di Aula Prof. Dr. Ir. Soemantri Brodjonegoro, Kampus UI, Depok, kegiatan ini menghadirkan sejumlah alumni lintas angkatan yang telah menorehkan prestasi gemilang di berbagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7129,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-7127","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7127","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7127"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7127\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7141,"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7127\/revisions\/7141"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7129"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7127"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7127"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/physics.sci-ui.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7127"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}